Selamat datang di wonosobokuu.blogspot.com blognya orang Wonosobo. Semua tentang Wonosobo ada di sini
Tampilkan postingan dengan label Tentang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tentang. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 18 April 2015

ASRI nya Wonosobo

Taman kota Wonosobo.

Aman,sehat,rapi dan indah adalah slogan dari kota Wonosobo yang biasa di singkat dengan ASRI.  Keamanan kota yang terjaga, lingkungan yang sehat,penataan kota yang rapi serta pemandangan yang begitu indah terpancar jelas di kota dingin ini.

Di mulai dari sebelah selatan,begitu anda memasuki kota Wonosobo melalui jalur selatan. Anda akan di suguhi pemandangan jalan yang lebar dan rapi. Karena jalan Wonosobo-Banyumas ini memang jalan Provinsi,jadi sepantasnya lebar dan luas. Namun yang membedakan dengan yang lain,jalan ini di bagi oleh pembatas jalan yang berupa bunga serta tanaman tanaman yang begitu indah di pandang mata. Selain itu juga di sebelah jalan masih berdiri pohon-pohon besar dan kecil yang menemani gedung dan bangunan di sekitarnya.

               Jalan Wonosobo-Banyumas


Dari jalan Wonosobo-Banyumas lurus terus ke utara menuju jalan A Yani. Di sini terlhat deretan toko-toko,minimarket,hotel,bank serta tempat usaha lain yang berjejer rapi. Pemandangan seperti itu akan berganti jika sore sampai malam hari,karena begitu sore tiba para PKL serta warung- warung tenda mulai bermunculan bagai bunga sore hari. Mereka menjual makanan-makanan hangat yang sangat pas di nikmati malam hari.

Diantara makanan yang di jajakan di sana ada nasi dan mie goreng,seafood,berbagai olahan masakan ayam,gorengan,martabak,mie ongklok serta masih banyak jenis masakan lain. Di daerah ini memang menjadi pusat kuliner warga Wonosobo saat malam hari.

Setelah puas menikmati makanan,kini sampai juga di alun-alun wonosobo. Di sinilah pusatnya Wonosobo. Gedung pendopo kabupaten,kantor bupati,serta kantor-kantor pemerintahan lain mengelilingi alun-alun ini. Taman-taman kota yang indah menghiasi pinggirannya menambah sejuk suasana. Di seberang taman berdiri perpustakaan daerah yang menjadi gudang sejutj pengetahuan.
Yang menjadi bentuk keragaman dan toleransi yang luar biasa di sini terdapat Masjid Jami' yang berdekatan dengan Gereja. Itulah simbol toleransi dan kerukunan umat beragama di kota ini.

 Alun-alun Wonosobo


Berjalan terus ke utara,sampai di jalan dieng km1. Di sini terdapat situs tertua di Wonosobo,yaitu Masjid Al Mansyur dan makam Kyai Walik (salah satu tokoh pendiri Wonosobo). Masjid ini merupakan salah satu masjid tertua di Wonosobo. Jika berjalan terus ke utara,sekitar 20 Km lagi akan sampai ke dataran tinggi dieng,dan siapa yang tidak kenal dengan daerahdaerah yang djh sebut Negeri di Atas Awan itu.

 Masjid Al Mansyur


Kembali lagi ke selatan menuju alun-alun. Di sebelah timur alun alun berdiri kokoh gedung Sasana Adipura. Inilah gedung serba guna kabupaten Wonosobo. Kegiatan-kegiatan pemerintahan maupun kegiatan orang pribadi sering di laksanakan di tempat ini. Jika terus berjalan ke timur,sekitar 12 km lagi akakan di temukan objek wisata rohani yaitu Gua Maria. Yang terletak di desa Kapencar.

Setelah perjalanan mulai dari sebelah selatan hingga ke timur tadi,kondisi lingkungan yang bersih,indah dan rapirapi terlihat jelas sepanjang jalan. Penataan kota yang apik serta di bangunnya taman-taman menambah keindahan kota ini. Tidak heran jika kota hujan ini berturut-turut sebanyak 8 kali mendapat gelar Kota Adipura. Oleh karena itu sangatlah cocok jika Wonosobo berlogo ASRI. Aman ,Sehat ,Rapi ,Indah karena semua aspek tadi tergambar jelas di setiap sudut kota ini.


Kamis, 16 April 2015

Sekilas Tentang Wonosobo


Terletak di jantung Provinsi Jawa Tengah, Wonosobo merupakan kabupaten dengan pemandangan pegunungan yang sangat indah karena diapit oleh dua gunung muda aktif, yaitu Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing dengan tinggi lebih dari 3000 mdpl.




Letaknya yang sangat strategis dan berada di daerah pegunungan membuat Wonosobo menjadi kabupaten dengan potensi ekonomi, wisata, dan pertanian yang begitu besar.  Apa lagi dengan tanahnya yang subur dan senantiasa terjaga kelestariannya. Keragaman budaya yang bermacam macam serta kemurnian nilai nilai religi juga ikut menjadi faktor terdongkraknya potensi ekonomi dan wisata di kota ini.



Kota yang tahun ini akan genap berusia 190 tahun ini menjadi salah satu tujuan berkunjung para wisatawan. Entang wisatawan domestik ataupun mancanegara beramai ramai menelusuri sudut sudut wisata kota hujan ini. Bahkan Wonosobo merupakan 3 kota terbanyak kunjungannya oleh wisatawan mancanegara. Karena letaknya yang tidak terlalu jauh dengan candi Borobudur ,wisatawan sering kali menambah tujuan ke Wonosobo usai berkunjung ke Candi Borobudur.



Wonosobo juga terkenal dengan hasil pertanian dan perkebunannya. Mulai dari perkebunan teh yang juga berkembang menjadi Agrowisata Tambi, kopi Arabica khas Wonosobo serta  berbagai hasil sayuran, buah-buahan, rempah-rempah dan produk holtikultura lainnya. Dari tahun ke tahun produksinya selalu mengalami peningkatan.



Satu yang menjadi ciri khas dari wonosobo di bidang pertanian adalah buah caricanya. Buah sejenis pepaya ini menjadi ciri utama kota ini,karena hanya di Wonosobolah dapat di temukan buah ini.

Aromanya yang harum,rasanya yang manis dan segar mendorong para wisatawan untuk mencicipi buah ini. Bahkan tidak lengkap rasanya kalau berkunjung ke Wonosobo tanpa memakan buah carica ini. Oleh sebab itu industri industri rumahan pengolah buah carica ini sekarang tumbuh besar di Wonosobo. Selain memproduksi carica industri rumahan ini juga memproduksi makanan khas lain seperti kacang dieng,jamur dieng,purwaceng,produk ubi ubian termasuk kentang dan masih banyak produk lain.


Daftar wisata unggulan di Wonosobo :

Wisata Alam: Dataran Tinggi Dieng
Wisata Religi: Wisata Ziarah Makam Syeh Tumenggung Jogonegoro, Wisata Ziarah Makam KH. Muntaha/situs Dero Nduwur, Taman Rohani Hati Kudus
Wisata Minat Khusus: Arung Jeram Serayu, Out Bond dan Tea Walk, Pendakian Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing
Wisata Buatan: Situs Ondho Budho, Pusat Rekreasi dan Olah Raga Kalianget, Dieng Plateau Theatre
Wisata Kuliner: Mie Ongklok, Tempe Kemul, Geblek, Keripik Jamur, Purwaceng Tumbuh, Carica
Wisata Seni dan Budaya: Tari Lengger, Tari Emblek (kuda lumping), Ruwatan Rambut Gembel